Ayatullah Alireza Arafi, yang telah melakukan perjalanan ke Rusia atas undangan Mufti Sheikh Ravil Ainuddin, Kepala Departemen Agama Islam Rusia, dengan tujuan untuk berpartisipasi dalam konferensi internasional "Jalur Sutra Spiritual" hari Senin (22//7/2024) didampingi oleh Duta Besar Iran di Moskow bertemu dengan sekelompok aktivis budaya di Institut Studi Oriental Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, dan bertukar pendapat dengan para ahli di lembaga tersebut.
Perlunya pencerahan tentang Islam yang sebenarnya dan menghadapi dunia yang unipolar
Aliakbar Aliakbarov, kepala Institut Studi Oriental dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia menggambarkan kerja sama lembaga ini dengan Iran melampaui kategori akademis dan ilmiah, dan berkata, "Mengingat bahwa selama beberapa tahun terakhir, Rusia telah mengadopsi jenis studi yang salah. Pemikiran dan sikap terhadap Islam berupa Takfiri dan Wahhabi sudah muncul sudah dirusak, tapi kini kita sudah melakukan kerja sama dengan Iran di bidang pendidikan dan pencerahan tentang Islam yang sebenarnya,".
Kepala Institut Studi Oriental Rusia lebih lanjut menunjukkan kerja sama antara Rusia, Cina, dan Republik Islam Iran dalam menghadapi dunia unipolar, dan menekankan bahwa ketiga negara ini bersatu sebagai segitiga yang kuat.
Menyinggung wawancara Ayatullah Alireza Arafi usai bertemu dengan Paus, pemimpin umat Kristiani dunia, pakar Rusia ini berkata kepada Direktur Hauzah Ilmiah Iran dengan menegaskan, "Anda menyebutkan dalam wawancara ini bahwa dasar agama Ibrahim dan monoteistik adalah sama dan agama-agama ini sama yang seharusnya menuntun kita untuk mendekatkan satu sama lain".
Seraya menegaskan peran Republik Islam Iran dalam bidang ini sangat penting, Ali Akbarov menyebut gagasan mendiang Ayatullah Tsakhiri tentang pendekatan agama Islam sebagai gagasan yang sangat penting, dan berkata, "Saat ini, dengan memanfaatkan hal tersebut, kita menyaksikan dialog antar umat Islam dari berbagai agama di Rusia,".
Persahabatan dan kedekatan antara Iran dan Rusia sangatlah penting
Vitaly Naumkin, Direktur ilmiah Institut Studi Oriental Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia dalam pertemuan ini mengungkapkan bahwa Iran adalah teman lama kami di lembaga ini.
Kini, mengingat tekanan Barat terhadap kedua negara, persahabatan dan kedekatan antara Iran dan Rusia sangatlah penting.
Mengenai isu pembacaan tentang Islam yang salah, Ayatullah Arafi dalam pertemuan ini mengatakan:
Dengan upaya Republik Islam Iran dan Federasi Rusia pada tingkat politik dan budaya tertinggi, kedua negara menikmati hubungan yang erat, namun kita tidak boleh puas dengan situasi dan tingkat saat ini. Sebab, kepentingan kita bersama dan bangsa-bangsa di kawasan ini bergantung pada perkembangan hubungan antara Iran dan Rusia. Ini adalah gelar dari dua negara terbesar di kawasan.
Anggota Dewan Tinggi Hauzah Ilmiah mengatakan:
Pandangan Islam Revolusi Islam adalah pembacaan yang benar dan logis sesuai dengan ajaran otentik Al-Qur'an dan Ahlul Bait, dan jauh dari sikap ekstrem dan kaku.
Pada bagian lain pidatonya dalam pertemuan ini, Ayatullah Arafi menjelaskan bacaan Revolusi Islam mengenai agama Islam, dan mengatakan:
Pandanan yang bersumber dari Qom dan Hauzah serta disampaikan oleh Imam Khomeini merupakan pembacaan Islam yang benar dan seimbang.
Dia menyebutkan:
Di dunia Islam, kita menghadapi dua pandangan dan interpretasi Islam yang salah. Salah tafsir yang pertama adalah penafsiran Islam yang minimalis dan liberal, yang mengesampingkan unsur-unsur dasar dan utama Islam sebagai agama Ibrahimi dan monoteistik serta mengaburkannya dalam tujuan-tujuan Barat. Kami menyebut penafsiran Islam ini sebagai Islam Amerika.
Anggota Dewan Tinggi Revolusi Kebudayaan Republik Islam Iran melanjutkan:
Pandangan dan penafsiran keliru yang kedua adalah penafsiran Islam yang radikal dan membatu, yang muncul dari pembacaan ini adalah aliran takfiri dan teroris, meskipun terkadang dalam bentuk minoritas, dengan dukungan orang barat, bacaan ini telah menyebar dan kita lihat contohnya. Salah satunya adalah kebangkitan kelompok takfiri Daesh.
Iran dan Rusia bersama-sama melawannya di Suriah, namun pemikiran seperti itu terkadang menimbulkan reaksi tindakan yang salah di berbagai wilayah.
Ayatullah Arafi melanjutkan:
Pembacaan ketiga yang berasal dari Qom dan Hauzah Ilmiah serta diterbitkan oleh Imam Khomeini merupakan bacaan Islam yang benar dan seimbang. Bacaan ketiga yang kami gencarkan dikaitkan dengan unsur-unsur seperti rasionalitas dan pemikiran keagamaan yang dilandasi oleh pemikiran filosofis dan rasional.
Ketua Dewan Pembina Universitas Internasional Al-Mustafa mengungkapkan, "Dalam pandangan ini, kami mempertimbangkan wilayah umum untuk kemanusiaan dan manusia, dan kami mempertimbangkan unsur-unsur umum dalam agama. Dari sudut pandang ini, dialog kemanusiaan antarumat manusia, antaragama, dialog agama, serta antar budaya dan peradaban harus didasarkan pada dialog yang sejati dan benar,".
Arafi menekankan, "Dalam pembacaan ini, seseorang harus menghargai keadilan dan kemaslahatan seluruh umat manusia dari anugerah dunia ini, dan memperjuangkan keadilan ketika diperlukan,".
Kazem Jalali, Duta Besar Republik Islam Iran juga menyampaikan laporan perkembangan hubungan Teheran-Moskow dan menekankan pentingnya hubungan tersebut di bidang bilateral, regional dan internasional.
Dalam pertemuan ini, kepala Pusat Islam Moskow, beberapa profesor dan asisten profesor dari Institut Studi Oriental Rusia, kepala perwakilan regional Universitas Internasional Al-Mustafa, Konsuler Kebudayaan Iran dan Kedutaan Besar Iran, serta kepala Yayasan Studi Islam Ibnu Sina juga hadir dalam pertemuan tersebut.(PH)